PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK_RIZKY SEPTIANI_856754055
NAMA : RIZKY SEPTIANI
NIM : 856754055
MATA KULIAH : PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
TUGAS 1
1 1. Setiap manusia yang diberikan sebuah proses agar bisa berubah dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangan. Jelaskan menurut Anda, apa itu pertumbuhan? Apa itu perkembangan? Apa perbedaan yang paling mendasar dari semuanya?
Jawab:
a. Pertumbuhan adalah perubahan yang terjadi pada setiap manusia terutama yang berkaitan dengan fisiknya, dalam pengertian pertumbuhan lain adalah suatu proses peningkatannya yang tinggi, volume atau massa tubuh pada makhluk hidup. Contoh seperti bertambahnya tinggi badan seorang anak. Bertambahnya tinggi badan seorang anak dapat dilihat secara nyata dan jelas.
Sedangkan perkembangan adalah pola gerakan atau perubahan yang dimulai pada saat terjadi pembuahan dan berlangsung terus menerus selama siklus kehidupan, atau perkembangan adalah sebuah proses menuju kedewasaan dengan perubahan pikiran, emosi, dan kecakapan yang lebih matang. Contohnya adalah proses perkembangan anak yang saat bayi belum bisa berjalan, tetapi ikut bertambahnya usia, ia bisa berjalan bahkan berlari.
b. Perbedaan antara pertumbuhan dengan perkembangan terletak pada perubahan kondisi manusia yang dimiliki secara alamiah baik kuantitatif maupun kualitatif. Pada pertumbuhan bersifat kuantitatif yang berarti dapat diukur dan dihitung dengan angka yang dapat dilihat secara fisik, sedangkan Perkembangan bersifat kualitatif yang berarti tidak dapat diukur atau dihitung dengan angka hal ini bersifat psikis
Fase-fase perkembangan yaitu:
· Fase pranatal (saat dalam kandungan) adalah waktu yang terletak antara masa pembuahan dan masa kelahiran
· Fase bayi adalah saat perkembangan yang berlangsung sejak lahir sampai 18 atau 24 bulan. Masa ini adalah masa yang sangat bergantung kepada orang tua.
· Fase kanak-kanak awal adalah perkembangan fase yang berlangsung sejak akhir masa bayi sampai 5 atau 6 tahun.
· Fase kanak-kanak tengah dan akhir adalah fase perkembangan yang berlangsung sejak kirakira umur 6 sampai 11 tahun.
· Fase remaja adalah masa perkembangan yang transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa awal, yang dimulai kira-kira umur 10 sampai 12 tahun dan berakhir kira-kira umur 18 sampai 22 tahun.
Kesimpulan dari berbagai ahli mengenai fase perkembangan menyimpulkan bahwa pada saat ini para ahli perkembangan tidak lagi berpendapat bahwa perubahan-perubahan akan berakhir pada fase ini. Mereka menyatakan bahwa perkembangan merupakan proses yang terjadi sepanjang hayat.
2. 2. Setiap anak yang memiliki perkembangan yang berbeda-beda termasuk perkembangan pola pikir dan memahami dalam memahami sesuatu. Berikan pandangan Anda mengenai teori perkembangan kognitif dari Jean Piaget!
Jawab:
Menurut pandangan saya teori perkembangan kognitif pengaruh besar untuk memahami bagaimana anak dapat memperoleh dan menggunakan pengetahuan. Dengan teori ini sejumlah ide dan konsep untuk mendeskripsikan dan menjelaskan perubahan-perubahan dalam pemikiran logis yang diamatinya pada anak-anak dan orang dewasa. Perkembangan kognitif dimulai dari proses berpikir secara konkrit sampai dengan yang lebih tinggi yaitu konsep-konsep abstrak dan logis. Inisialisasi secara alami anak-anak memiliki ketertarikan terhadap dunia dan secara aktif mencari informasi yang dapat membantu mereka memahami dunia tersebut.
Sehingga anak-anak dapat mengetahui ciri-ciri dan fungsi dari objek-objek seperti mainan, perabot, dan makanan serta objek-objek sosial seperti orang tua, orangtua dan teman. Anak-anak juga belajar cara mengelompokan objek-objek untuk melihat persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaannya, untuk memahami penyebab terjadinya perubahan dalam objek-objek dan perisiwa-peristiwa untuk membentuk perkiraan tentang objek dan peristiwa tersebut.
Teori ini memainkan peran dalam menyusun pengetahuannya mengenai realitas. Anak-anak walaupun proses berfikir konsepsi anak mengenai realitas telah menerima pengalaman dengan lingkungan sekitarnya, namun anak juga berperan dalam menginterpretasikan informasi yang ia peroleh melalui pengalaman, serta dalam mengadaptasikannya pada pengetahuan dan konsepsi mengenai dunia yang telah dimilikinya. Dengan pemikiran anak-anak yang berkembang secara kompleks, setiap individu akan melewati perubahan kualitatif yang bersifat invariant (stabil), selalu tetap, tidak berlaku atau mundur. Perubahan kualitatif terjadi karena tekanan biologis untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan pengorganisasian struktur berfikir.
Kedua komponen ini berarti bahwa kognisi merupakan sistem yang selalu diatur dan diadaptasi, sehingga memungkinkan individu beradaptasi dengan lingkungannya. Skema adalah struktur kognitif yang merupakan proses atau cara mengorganisir dan merespons berbagai pengalaman. Skema adalah suatu pola sistematis dari tindakan, perilaku, pikiran, dan strategi masalah yang memberikan kerangka pemikiran dalam menghadapi berbagai tantangan dan jenis situasi. Adaptasi adalah istilah bagi struktur fungsional kognitif yang digunakan untuk menunjukan pola hubungan individu dengan lingkungannya dalam proses perkembangan kognitif. Dengan bermain game dan mengajukan pertanyaan tentang yang ada dalam permainan tersebut menjadi sebuah “ lab tentang kehidupan”(Laboratorium kehidupan nyata) bagi anak untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip dikembangkan.
3. 3. Perkembangan anak memiliki prinsip yang baik berdasarkan hasil penelitian, pengkajian teori, maupun praktik yang dilakukan selama puluhan tahun. Jelaskan 3 dari 7 prinsip dasar yang dikemukakan oleh Carol Getswicki!
Jawab:
Carol Gestwicki (1995) mengemukakan beberapa prinsip dasar perkembangan
a. Hukum Konvergensi Perkembangan merupakan hasil interaksi faktor-faktor biologis (kematangan) dan faktor-faktor lingkungan (belajar). Kematangan merupakan prasyarat atau kesiapan untuk belajar. Lingkungan menentukan arah perkembangan dipergunakan sebagai upaya untuk penyatuan sistem-sistem hukum, konsepsi, prinsip-prinsip, atau norma-norma.
Teori hukum konvergensi merupakan pemahaman konseptual dan teoretikal dari penyatuan (Konvergensi) variabel-variabel teknologi, ekonomi, dan hukum terhadap hubungan manusia dan masyarakat di abad informasi digital. Paradigma dari konvergensi tatanan hukum dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam keterkaitan persamaan atau perbedaan sistem hukum, atau membandingkan sistem abtara hukum yang berbeda.
b. Hukum Tempo Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya. Suatu perkembangan tidak akan mungkin terjadi berkesinambungan dengan baik, bila anak perubahan untuk terlampaui atau secara tergesa-gesa tahap-tahap awal. Anak harus diberi waktu sesuai dengan yang disebutkan sebelum melanjutkan pada tahap berikutnya. Hukum tempo perkembangan juga merupakan bahwa tiap anak mempunyai tempo kecepatan dalam perkembangannya sendiri-sendiri. Ada anak perkembangan yang lebih cepat dari anak lainnya.
Ada anak yang serba cepat tingkat perkembangannya, seperti cepat merangkak, cepat berjalan, cepat bisa berbicara, tetapi ada pula anak yang serba lambat tingkat perkembangannya, merangkak terlambat, berjalan terlambat, berbicata terlambat, dan lain-lain. Pada anak-anak yang perkembangannya normal, perbedaan ini tidak terlihat menonjol, tetapi pada anak-anak yang perkembangannya tidak normal, perbedaan ini akan terlihat sekali. tempo perkembangan seorang anak dapat diperoleh oleh faktor luar, yaitu dengan usaha yang rupa sehingga akan lebih cepat perkembangannya, misalnya, pertama, Dengan cara tubuh yang sempurna. Kedua, Dengan usaha yang nyata untuk meningkatkan pertumbuhan fisik dan perkembangan jiwa anak, yaitu pemenuhan kebutuhan makanan yang bergizi, segera melatih berjalan, mengajari Berbicara, sebelum usia lima tahun anak-anak bernyanyi, berhitung, menulis dan lain-lain.
c. Hukum Masa Peka dalam Perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal. Waktu-waktu yang menunjukkan kesiapan harus diketahui oleh yang cermat. Proses belajar akan terjadi dengan sangat mudah pada saat yang optimal. Setiap pembelajaran tidak akan menjadikan proses belajar dengan mudah sebelum mencapai kesiapan. Masa peka dalam pengerian lain adalah masanya suatu fungsi mudah / peka untuk dikembangkan. Masa peka merupakan masa yang terjadi nya dalam perkembangan pada saat-saat tertentu. Misalnya anak usia satu sampai dua tahun yang mengalami masa peka untuk berbicara dan mengikuti sehingga apa yang diajarkan mudah diikuti dan berhasil dengan baik.
Apabila masa peka ini tidak digunakan sebaik-baiknya, (tidak mendapat kesempatan untuk berkembang atau terlambat perkembangannya), maka mengakibatkan fungsi-fungsi tersebut mengalami kelainan / abnormal. Hal ini akan mengganggu perkembangan selanjutnya. Misalnya, masa peka untuk berbicara seorang anak sudah terlewati, sedangkan anak itu belum dapat berbicara secara sempurna, amak dia akan mengalami kesukaran dalam bahasa untuk masa-masa selanjutnya.
Komentar
Posting Komentar