PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN DI SD_RIZKY SEPTIANI_856754055
NAMA : RIZKY SEPTIANI
NIM : 856754055
MATA KULIAH : PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN DI SD
TUGAS 1
1. Perhatikan gambar bagan berikut!
1. Berdasarkan gambar bagan di atas, jelaskan pandangan Anda mengenai komponen yang ada didalam bagan tersebut bebas dengan hakikat kurikulum!
Jawab:
Pada bagan dimensi pengertian Kurikulum di atas menunjukkan bahwa pada saat sekarang istilah kurikulum memiliki dimensi pengertian, di mana satu dimensi dengan dimensi lainnya saling berhubungan. Kurikulum sebagai teoretis dimensi ini adalah pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis, dan kurikulum sebagai suatu hasil yang berasal dari kurikulum sebagai suatu kegiatan .
Merujuk pada dimensi yang terakhir, maka dapat diuraikan sebagai berikut:.
Sebuah. Pengertian Kurikulum dilayani dengan dimensi ide
Dimensi ide atau konsep kurikulum merupakan hal yang bersifat dinamis, dalam arti akan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman, minat dan kebutuhan peserta didik, aturan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi. Ide atau gagasan tentang kurikulum hanya ada dalam pemikiran seseorang yang terlibat dalam proses pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti kepala dinas pendidikan, pengawas, kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua. Ketika orang berpikir tentang tujuan sekolah, materi yang harus disampaikan kepada peserta didik, kegiatan yang dilakukan oleh guru, orang tua, dan peserta didik, objek evaluasi, maka dimensi kurikulum sebagai ide atau konsepsi.
Dimensi kurikulum sebagai suatu ide, biasanya dijadikan langkah awal pengembangan kurikulum, yaitu ketika melakukan studi. Dari sekian banyak ide-ide yang berkembang dalam studi tersebut, maka akan dipilih dan ditentukan ide-ide mana yang paling kreatif, inovatif, dan konstruktif sesuai dengan visi-misi dan tujuan pendidikan nasional.
b. Pengertian kurungan dengan dimensi rencana
Dimensi rencana suatu rencana sebagai rencana yang biasanya dituangkan dalam suatu dokumen tertulis. Dimensi ini menjadi banyak perhatian orang, karena wujudnya dapat dilihat, mudah dibaca dan dianalisis. Dimensi Kurikulum ini pada kenyataan merupakan realitas dari dimensi Kurikulum sebagai ide. Aspek-aspek penting yang perlu dibahas, lain: mengembangkan tujuan dan kompetensi, struktur kurikulum, kegiatan dan pengalaman belajar, organisasi kurikulum, manajemen kurikulum, hasil belajar, dan sistem evaluasi. Kurikulum sebagai suatu ide harus mengikuti pola dan ketentuan-ketentuan kurikulum sedagai rencana banyak mengalami kesulitan, karena ide-ide yang ingin disampaikan terlalu umum dan banyak yang tidak mengikuti oleh para pelaksana kurikulum.
c. Pengertian implementasi dengan implementasi dimensi
Dimensi implementasi kurikulum yang sebenarnya terjadi dilapangan ( kurikulum nyata ). Peserta didik mungkin saja mengoreksi sebagai ide, tetapi apa yang dialaminya merupakan Kurikulum sebagai calon. Anatara ide dan pengalaman mungkin sejalan, tetapi mungkin juga tidak. Kurikulum harus dimaknai dalam satu kesatuan yang utuh. Jika suatu kegiatan tidak termasuk kurikulum berarti semua kegiatan di sekolah atau di luar sekolah (seperti program pelatihan profesi, kuliah kerja nyata, dan lain-lain) tidak termasuk kurikulum. Dengan demikian, hasil belajar peserta didik di sekolah atau diluar sekolah merupakan refleksi dan realisasi dari dimensi kurikulum sebagai rencana tertulis.Apa yang dilakukan peserta didik dikelas juga merupakan implementasi kurikulum. Artinya, antara kurikulum sebagai ide dengan kurikulum sebagai kegiatan (proses) merupakan suatu rangkaian yang berkesinambungan, suatu kesatuan yang utuh.
d. Pengertian kurungan dengan dimensi hasil
Dimensi hasil belajar Kurikulum, tetapi Kurikulum bukan hasil dari belajar. Banyak juga orang tidak tahu bahwa pengertian dapat dilihat dari dimensi hasil belajar. Begitu juga ketika dilakukan evaluasi secara formal tentang kurikulum, pada umumnya orang selalu mengaitkannya dengan hasil belajar. Artinya, hasil belajar bukan satu-satunya objek evaluasi kurikulum. Meskipun demikian, hasil belajar dapat dijadikan sebagai salah satu dimensi Kurikulum. Yang dilakukan untuk evaluasi dan evaluasi, sedangkan fungsinya adalah untuk memperbaiki, menyerpurnakan atau mengubah kurva dalam dimensi rencana.
Hasil belajar sebagai bagian dari kurikulum terdiri atas berbagai domain, seperti pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai. Secara teoritis, hasil belajar tersebut dapat diambil, tetapi secara praktis domain harus bersatu. Hasil belajar juga banyak ditemukan oleh berbagai faktor, di antaranya faktor guru, peserta didik, sumber belajar, dan lingkungan. Kurikulum sebagai hasil belajar merupakan kelanjutan dan up to date dari kurikulum sebagai kegiatan serta kurikulum sebagai ide. Ada beberapa fungsi utama, yaitu “sebagai indikator kualitas dan kuantitas kuantitas yang telah dikuasai peserta didik, sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu, sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan, sebagai indikator antar dan ekster dari suatu pendidikan.
Peran kurikulum sangat penting dalam sebuah pendidikan.
1. 2. Peran kurikulum sangat penting dalam sebuah pendidikan. Sejauh mana berdasarkan kurikulum
berdasarkan Oemar Hamalik yang dapat diimplementasikan dalam pelaksnaan kurikulum sekolah terutama di sekolah Anda!
Jawab:
Pada pelaksanaan di Sekolah SD Negeri 170 Palembang, guru sebagai tenaga pendidik telah memahami kurikukum sesuai dengan standar pembelajaran di Indonesia. Kurikulum sebagai program pendidikan dan pembelajaran yang telah direncanakan secara sistematis. Menurut Oemar Hamalik sekurang-kurang ada tiga kurva saham yaitu:
a. Konsevatif peran yakni mentransmisikan dan menafsirkan warisan sosial kepada generasi muda. Peranan konservatif yaitu kurikulum dapat dijadikan sebagai sarana untuk mentransmisikan nilai warisan budaya masa lalu yang relevan dengan masa pengetahuan kepada generasi muda. Peranan konservatif ini pada hakikatnya Kurikulum yang berorientasi pada masa lampau. Peranan ini sangat mendasar yang tidak terkalahkan dengan fakta bahwa pendidikan pada hakikatnya merupakan proses sosial. Salah satu tugas pendidikan yang mempengaruhi dan membina perilaku siswa sesuai dengan nilai-nilai sosial hidup dilingkungan masyarakat.
b. Kritis kritis atau evaluatif yaitu aktif menghitung dalam kontrol sosial dan menekankan pada pertanyaan kritis. kurikulum harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan masa depan. Kurikulum harus mengandung hal-hal yang dapat membantu setiap siswa mengembangkan semua potensi yang ada pada dirinya untuk memperoleh pengetahuan-pengetahuan baru, kemampuan-kemampuan baru, serta cara berfikir baru yang dibutuhkan dalam kehidupannya.
c.
Peranan kreatif yaitu mencipta dan menyusun sesuatu yang baru sesuai dengan kebutuhan masa sekarang dan masa depan dalam masyarakat. Ketiga peran tersebut berjalan secara seimbang dalam arti terdapat keharmonisan diantara ketiganya. Dengan demikian Kurikulum akan memenuhi ketentuan waktu dan keadaan dalam membawa para peserta menuju kebudayaan dan peradaban masa depan. nilai-nilai dan budaya yang hidup masyarakat senantiasa mengalami perubahan, sehingga pewarisan nilai-nilai dan budaya masa lalu kepada siswa perlu disesuaikan dengan kondisi yang terjadi pada masa sekarang. Selain itu, perkembangan yang terjadi pada masa sekarang dan masa depan belum tentu sesuai dengan kebutuhan.Oleh karena itu, peran kurikulum tidak mewariskan nilai dan budaya yang ada atau menerapkan hasil perkembangan baru yang terjadi, tetapi juga memiliki peran untuk menilai dan memilih nilai dan budaya serta pengetahuan baru yang akan diwariskan tersebut. Dalam hal ini, kurikulum harus turut mengambil dalam control atau filter social. Nilai-nilai sosial yang tidak sesuai lagi dengan keadaan dan catatan masa kini dihilangkan dan diadakan modifikasi atau penyempurnaan-penyempurnaan.
PePerhatikan gambar bagan berikut
Berdasarkan gambar di atas, apa yang dapat Anda jelaskan? Jelaskan semaksimal mungkin agar jawaban dapat menggambarkan ilustrasi di atas!
Jawab:
Kurikulum merupakan komponen yang terdiri dari endapan, enduring, dan evaluasi yang digunakan untuk mencapai endapan suatu negara. Organisasi kurikulum merupakan suatu pola materi yang disusun dan disampaikan kepada siswa. Organisasi kurikulum juga dapat diartikan sebagai suatu dasar yang penting dalam pembinaan kurikulum dan berkaitan erat dengan tujuan program pendidikan yang dicapai. komponen yang saling terkait termasuk tujuan, bahan, kegiatan, dan evaluasi.
Komponen-komponen kurikulum terbentuk oleh empat komponen, yaitu:
1.
Komponen Tujuan
Komponen tujuan yang berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan dalam skala makro, rumusan tujuan yang berhubungan erat dengan filosofi atau sistem nilai yang dianut masyarakat. Komponen tujuan yang berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan. Dalam skala makro rumusan tujuan Kurikulum yang eratnya dengan filosofi atau system nilai yang dianut masyarakat. Bahkan, rumusan menggambarkan menggambarkan suatu masyarakat yang dicita-citakan. Tujuan pendidikan memiliki klasifikasi, dari mulai tujuan yang sangat umum sampai tujuan khusus yang bersifat spesifik dan dapat diukur, yang kemudian dinamakan kompetensi.Tujuan Pembelajaran yang merupakn bagian dari tujuan kurikuler, dapat didefinisikan sebagai kemampuan yang harus dimiliki oleh anak didik setelah mereka belajar bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu dalam satu kali pertemuan. Karena hanya guru yang memahami kondisi lapangan, termasuk memahami siswa yang akan melakukan pembelajaran disuatu sekolah, yang pada saat itu menjabarkan tujuan pembelajaran adalah tugas guru.
2.
Komponen Isi / Materi Pelajaran
Isi kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum itu semua aspek aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap materi pelajaran yang diberikan maupun kegiatan dan kegiatan siswa. I si kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum itu pengelolaan semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada setiap pelajaran yang diberikan atau aktivitas dan kegiatan siswa. Baik materi maupun aktivitas itu seluruhnya diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
3.
Komponen Metode / Strategi
Strategi dan metode merupakan komponen ketiga dalam pengembangan kurikulum. Komponen ini merupakan komponen yang memiliki peran yang sangat penting, sebab berhubungan dengan implementasi kurikulum. Metode adalah upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun secara optimal. Metode juga digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dalam satu strategi pembelajaran digunakan beberapa metode. Strategi berbeda dengan metode. Strategi menunjuk pada rencana operasi mencapai sesuatu , sedangkan metode adalah cara dalam mencapai sesuatu. Strategi pembelajaran yang berorientasi pada guru tersebut mendapat reaksi dari program kelas.Menurut program, yang seharusnya aktif dalam suatu proses pembelajaran adalah peserta didik itu sendiri. Peserta didik secara menentukan materi dan tujuan belajarnya sesuai dengan minat dan kebutuhannya, sekaligus menentukan bagaimana cara yang paling sesuai untuk mencapai materi dan mencapai tujuan belajarnya. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik mendapat dukungan dari kalangan rekonstruktivisme yang menekankan pentingnya proses pembelajaran melalui dinamika kelompok.
4.
Komponen Evaluasi
Evaluasi merupakan salah satu komponen kurikulum. Melalui evaluasi, ditentukan nilai dan arti kurikulum sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan apakah keputusan yang dapat dipertahankan atau tidak, dan bagian- bagian mana yang harus disempurnakan. Evaluasi pengawasan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurasi yang secara keseluruhan dari berbagai kriteria. Indikator kinerja yang dievaluasi tidak hanya terbatas pada kehandalan saja, namun juga relevansi, inefisiensi, kelayakan ) program. Salah satu komponen kurikulum penting yang perlu dievaluasi adalah berkenaan dengan proses dan hasil belajar siswa.Keputusan memegang peranan penting, baik untuk penentuan kebijakan pendidikan pada umumnya maupun untuk pengambilan keputusan dalam kurikulum itu sendiri. Hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijakan pendidikan dan kurikulum dalam memilih kebijakan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan. Hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru, kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya dalam memahami dan membantu perkembangan peserta didik, memilih bahan pelajaran, memilih metode dan alat bantu pelajaran, cara mengajar, dan fasilitas pendidikan lainnya.


Komentar
Posting Komentar